Jumat, 08 April 2016

Menjaga Kadar Gula Darah agar Tetap Stabil

  • Penyakit diabetes saat ini tidak hanya diderita oleh orang dewasa saja, anak-anak kecil pun bisa menderita diabetes. Mengulas sedikit tentang diabetes, ada banyak informasi yang kita bisa peroleh baik itu melalui media masa cetak atau media elektronik mengenai diabetes.
  • Diabetes terdiri atas dua jenis yaitu diabetes yang tergantung pada insulin dan yang tidak tergantung pada insulin.Diabetes tipe I yang tergantung pada insulin, diakibatkan karena pankreas tidak dapat menghasilkan insulin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk memecah gula darah menjadi energi bagi sel-sel tubuh, oleh karenanya tubuh memerlukan asupan insulin dari luar untuk membantu tubuh memecah gula darah menjadi energi. Menurut sumber-sumber yang saya dapatkan, diabetes tipe ini tergolong yang paling parah dan kebanyakan diderita oleh anak-anak muda.
  • Diabets tipe II yang tidak tergantung pada insulin, diakibatkan karena produksi insulin oleh pankreas tidak mencukupi atau karena disebabkan otot-otot dalam tubuh telah kebal terhadap insulin sehingga terjadi gangguan dalam pengiriman gula ke dalam sel-sel tubuh. Kebanyakan orang terjangkit diabetes tipe ini. Diabetes tipe II ini sering dijumpai ketika seseorang telah menginjak dewasa dan kebanyakan penderitanya memiliki kelebihan berat badan.
  • Ada banyak cara untuk menerapkan pola hidup sehat, namun bisa jadi cara yang saya terapkan tidak sesuai untuk Anda. Beberapa hal umum yang bisa Anda coba untuk pertimbangkan seperti:

Mengurangi konsumsi nasi putih
  • Sudah menjadi tradisi di dalam masyarakat Indonesia kalau belum makan nasi artinya belum makan. Anggapan semacam ini menyesatkan. Saya memiliki pengalaman yaitu setiap kali habis makan nasi putih saya pasti mengantuk. Itu karena kadar glikemik dalam nasi sangat tinggi sehingga sebagian orang sehabis makan nasi putih dapat mengantuk. Untuk mengatasi itu saya setiap hari membatasi mengkonsumsi nasi putih dengan cara mengantinya dengan beras jagung atau sesekali mengantinya dengan ubi singkong yang telah dikukus. Sebenarnya beras merah sangat baik karena kadar glikemik yang rendah tapi karena harga yang cukup mahal saya menggantinya dengan beras jagung dan singkong rebus. Anggapan bahwa nasi jagung dan singkong tidak menyehatkan dan identik dengan makanan murahan harus segera dihapuskan.
Mengurangi konsumsi gula pasir
  • Seandainya bisa hindari konsumsi gula pasir hingga 0%. Gula pasir termasuk karbohidrat sederhana yang mudah dipecah oleh tubuh untuk menjadi energi tapi tidak bertahan lama. Jika asupan gula di dalam tubuh terlalu banyak maka dapat melemahkan organ pankreas dalam memproduksi insulin akibatnya ginjal dipaksa untuk menyaring kelebihan gula dan mengeluarkannya melalui urin.
Makan makanan yang beraneka ragam
  • Sayur, ikan, buah-buahan dan karbohidrat yang bukan berasal dari nasi harus menjadi menu harian kita. Dengan memperbanyak variasi dalam menu makanan kita maka asupan serat yang diperlukan oleh tubuh bisa terpenuhi. Hal ini dapat membantu tubuh dalam mengontrol gula dalam darah kita.
Olahraga
  • Kita perlu berolahraga. Dengan berolahraga kelebihan gula di dalam darah akan dibakar menjadi energi.
Istriahat yang cukup serta menghindari stress
  •  Cukup istirahat dapat membantu organ-organ metebolisme dalam tubuh bekerja dengan maksimal. Atasi stres dengan cara meluangkan waktu untuk berekreasi dengan keluarga atau pasangan Anda, mendengarkan musik yang menenangkan dan melakukan hobi yang Anda suka.
Memeriksakan gula darah secara teratur

  • Sedikitnya  setahun sekali tidak ada salahnya jika Anda melakukan pemeriksaan gula darah. Dengan cara ini Anda akan bisa mengetahui kondisi gula darah Anda.
  • Diabetes dapat mengincar siapa saja mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pola hidup yang sehat disertai dengan asupan makanan yang diperlukan oleh tubuh dapat menghindarkan kita dari penyakit diabetes.
  • Salam Sehat…Karena SEHAT ITU MAHAL HARGANYA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar